SUARA INDONESIA MOJOKERTO

Sungguh Sadis, karena Takut Ketahuan Siswi SMK Tega Injak Kepala Bayinya

Mohamad Alawi - 29 December 2020 | 21:12
Peristiwa Daerah Sungguh Sadis, karena Takut Ketahuan Siswi SMK Tega Injak Kepala Bayinya
Waka Polres Mojokerto Kompol David Triyo Prasojo saat konferensi pers akhir tahun

MOJOKERTO - Sungguh sadis, seorang siswi kelas X SMK di Mojokerto tega menginjak kepala bayinya sendiri ketika ia melahirkannya di WC Umum, lalu membuangnya ke sungai, Senin (7/12/2020) lalu.

Dalam konferensi pers akhir tahun, Waka Polres Mojokerto Kompol David Prasojo mengatakan terjadi kekerasan terhadap anak yang berakibat kematian atau seorang ibu karena takut ketahuan bahwa tidak lama ia akan melahirkan, menghilangkan jiwa anaknya pada saat dilahirkan.

"Kejadian ini terjadi di Mojoanyar, Senin (7/12/2020), tepatnya di aliran sungai Kecamatan Mojoanyar. Kemudian Alhamdulilah, atas kerja cepat serta kerja sama antara penyidik dengan elemen masyarakat yang membantu kami. Pelaku berinisial VL, yang adalah siswa SMK kelas X," terang Kompol David.

Lebih lanjut, Kompol David mengatakan kepada tersangka kita kenakan pasal 80 ayat 3 juncto pasal 76c undang-undang no 3 5 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Kemudian selain pasal tersebut, kami lapis lagi dengan pasal 342 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 9 tahun.

"Pelaku ini sadar akan melahirkan kemudian ia melakukannya di kamar madi umum yang tak jauh dari rumahnya dengan posisi berjongkok, kemudian setelah bayinya lahir, tentunya akan menangis. Lalu, kepala bayi tersebut diinjak oleh pelaku sehingga terdiam. Setelah diyakinkan bahwa bayi tersebut sudah tidak bernyawa lagi, maka ia pun membuangnya ke sungai yang ada di sebelah kamar mandi tersebut," kata David.

David mengatakan bahwa tim penyidik sedang melakukan pengejaran kepada ayah bayi tersebut, tersangka sudah mengatakan identitasnya. Ketika dilakukan visum, hasilnya sesuai ada bekas injakan di kepala bayi tersebut.

"Penyebab kematian bayi tersebut adalah kehabisan nafas. Penyebab pelaku tega membunuh bayinya karena ia masih sekolah sehingga belum siap menjadi seorang Ibu. Akhirnya Ibu ini mengambil jalan pintas dengan membunuh bayinya itu. Orang tua dari pelaku tersebut mengetahui kehamilan anaknya, namun tidak tahu bahwa pelaku berniat menghabisi darah dagingnya sendiri dan kejadiannya sekitar pukul 04.00 WIB," pungkas Waka Polres Mojokerto


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Mohamad Alawi
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya