MOJOKERTO - Tak mau balas kampanye hitam atau negatif yang menyerangnya, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (IKBAR) fokus sapa masyarakat. Ini terbukti, hingga satu minggu lalu paslon yang didukung oleh enam partai politik ini mencetak rekor terbanyak menggelar kampanye tatap muka yaitu 222 kali.
Kali ini IKBAR berkampanye di enam Dusun/Desa, Kecamatan Gedeg. Kedatangan keduanya telah disambut antusias masyarakat setempat. Saat bertatap muka dengan masyarakat setempat. Dokter Ikfina dalam kampanyenya menjelaskan bahwa ada 114.000 warga Kabupaten Mojokerto yang masuk kategori miskin, ada 11500 lansia dan 4500 anak-anak, termasuk difabel di Kabupaten Mojokerto yang harus mendapat perhatian dari semua pihak.
Ikfina Berharap, saat saya kesini lagi, saya berharap saya tidak jadi Calon Bupati lagi. Namun, sudah jadi Bupati Mojokerto yang siap melakukan perubahan untuk Kabupaten Mojokerto yang maju adil dan makmur. "Mohon doa dan dukungannya untuk coblos nomor 1 pada 9 Desember 2020," harap Dokter Ikfina.
"Begitu banyak kampanye negatif atau hitam yang menyudutkan dan menyerang kami, baikitu lewat spanduk, banner ataupun lainnya. Kami tidak akan membalasnya, kami lebih fokus kepada kampanye dengan menyapa masyarkat secara langsung, mendengar keluh kesah serta masukannya. Kami serahkan semuanya kepada Bawaslu dan Allah SWT," terang Gus Barra.
Gus Barra mengatakan bahwa salah seorang rumah santrinya ada yang dibuat Istigasah, lalu Kiainya pun mulai menyampaikan dakwahnya, namun lama kelamaan justru menyudutkan kami serta mengkampanyekan paslon lain. Tentunya santri kami ini tak terima serta menegurnya.
"Apakah ini kampanye atau Istigasah? Sudah ada ijin belum? Kalau belum, saya akan laporkan kepada Bawaslu. Kalau mau dakwah, silahkan tapi jangan berkampanye apalagi menyudutkan paslon tertentu. Lalu Kiai itu pun melanjutkan dakwahnya, tanpa berkampanye lagi," lanjut Gus Barra.
"Mari kita Berkampanye yang santun. Saat ini kita sudah kampanye di 300 desa. Harapan kami, semua desa akan kami datangi untuk menunjukkan keseriusan kita sebelum masa tenang nanti," pungkasnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Mohamad Alawi |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi