SUARA INDONESIA MOJOKERTO

Launching Tunanetra Jatim Mengaji, ITMI Jatim Dorong Tunanetra Dapatkan Akses Belajar Al-Qur'an

Lutfi Hidayat - 13 February 2023 | 22:02 - Dibaca 1.83k kali
Sosial Launching Tunanetra Jatim Mengaji, ITMI Jatim Dorong Tunanetra Dapatkan Akses Belajar Al-Qur'an
Pengukuhan sejumlah pengurus ITMI kota/kabupaten se-Jatim dan Launching Tunanetra Jatim Mengaji

MOJOKERTO, Suaraindonesia.co.id - Layanan kemudahan akses bagi disabilitas tunanetra masih belum sepenuhnya terpenuhi secara maksimal.

Tidak hanya pada akses mendapatkan jenis pekerjaan dan layanan publik, bahkan dalam pendidikan umum dan agama penyandang disabilitas juga kerap kali terabaikan.

Pengurus Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Provinsi Jawa Timur, Abdullah Fikri mengatakan tunanetra memiliki permasalahan klasik yang harus dipecahkan bersama oleh semua pihak.

"Selain hambatan mobilitas menuju tempat belajar atau pun mengajar, secara umum tunanetra memerlukan akses usaha untuk menopang ekonominya," ungkapnya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri pengukuhan Pengurus ITMI beberapa kabupaten se-Jawa Timur dan Pembukaan Tunanetra Jatim Mengaji di Mojokerto, Minggu (12/02/2023).

Kegiatan tersebut digelar oleh Laziz Nurul Falah Cabang Mojokerto yang konsisten dalam bidang dakwah dan sosial termasuk memfasilitasi penyandang tunanetra untuk dapat belajar Al-Qur'an Braille.

Selain dihadiri pengurus ITMI Jatim dan sejumlah cabang kota/kabupaten, kegiatan itu juga diikuti sahabat tunanetra Nurul Qolbi Jakarta dan perwakilan pengurus metode belajar Al-Qur'an Tilawati.

Pengurus Laziz Nurul Falah, Adi menyatakan pemecahan masalah dalam akses layanan belajar Al-Qur'an bagi tunanetra ini memerlukan kerja sama berbagai pihak.

"Perlu adanya kerja sama semua pihak untuk menumbuhkan semangat belajar Al-Qur'an bagi sahabat-sahabat tunanetra. Jika dilakukan sendiri-sendiri sulit mendapatkan hasil maksimal," terangnya.

Sedangkan perwakilan Sahabat Tunanetra Nurul Qolbi Jakarta, berkomitmen terus membanru ITMI mewujudkan program-programnya seperti menyiapkan pelatihan kerja, permodalan usaha hingga beasiswa bagi tunanetra untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Inklusi Sabilillah Kabupaten Probolinggo, Muhammad Mahin juga hadir menyampaikan metode belajar Al-Qur'an Tilawati Braille yang ia susun dan telah digunakan di beberapa lembaga pendidikan Al-Qur'an.

Mahin mengungkapkan selama ini para pengajar Al-Qur'an bagi tunanetra umumnya dilakukan oleh sesama penyandang tunanetra. Sedangkan lembaga pendidikan Al-Qur'an khusus tunanetra jumlahnya sangat terbatas. 

Oleh sebab itu ia menyusun Metode Belajar Al-Qur'an Tilawati Braille untuk mengatasi permasalahan kekurangan guru Al-Qur'an Braille.

"Karena Tilawati Braille dirancang untuk dapat digunakan oleh guru awas memandu tunanetra dan dapat diajarkan di kelas regular bersama non tunanetra. Apalagi nantinya metode ini juga dapat diajarkan sebailiknya tunanetra mengajar santri awas," urai Mahin menjelaskan.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Lutfi Hidayat
Editor : Moh.Husnul Yaqin

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya