SUARA INDONESIA MOJOKERTO

Menteri Anwar Anas Apresiasi Inovasi Penurunan 'Stunting' di Kota Mojokerto

Mohamad Alawi - 07 February 2023 | 07:02 - Dibaca 118 kali
Peristiwa Daerah Menteri Anwar Anas Apresiasi Inovasi Penurunan 'Stunting' di Kota Mojokerto
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PANRB) Abdullah Azwar mengecek pelayanan publik dan stunting di Kota Mojokerto, Senin (6/2/2023).

MOJOKERTO - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PANRB) Abdullah Azwar mengecek pelayanan publik hingga penanganan stunting di Kota Mojokerto, Senin (6/2/2023). 


“Hari ini kita cek, kita lakukan monitoring dan evaluasi pelayanan publik. Tadi saya ke Mal Pelayanan Publik (MPP), lalu ketemu para kepala organisasi perangkat daerah. Kinerja Kota Mojokerto cukup impresif dan Inovasinya juga terus tumbuh,” ungkap Anas di depan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan jajaran Forkopimda kota Mojokerto.


Ke depan, Anas mengajak Pemkot Mojokerto untuk terintegrasi dengan MPP Digital. Inovasi ini terus 



“Ke depan kita sedang membuat MPP Digital, salah satu keunggulannya skema single-sign-on akan diterapkan pada semua lini pelayanan publik, di mana warga dapat mengakses sumber daya dalam semua layanan hanya dengan menggunakan satu akun pengguna saja. Sehingga lebih simpel dalam mengakses beragam layanan yang jumlahnya sangat banyak dan bersifat heterogen di Tanah Air,” tuturnya.



Di MPP, Anas juga mengecek program penurunan stunting di kota onde-onde ini. Permasalahan stunting menjadi perhatian Presiden Jokowi. 



“Kami ditugasi Bapak Presiden untuk memperkuat tata kelola birokrasi penanganan stunting, termasuk dengan sentuhan digital. Itulah mengapa kini banyak daerah yang menerapkan skema digital dalam penanganan stunting,” tutur mantan Bupati Banyuwungi ini. 




Di Kota Mojokerto, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stuntin per 2022 sebesar 8,4 persen, di bawah rata-rata nasional 21,6 persen dan Provinsi Jatim 19,2 persen.



“Capaian ini harus terus ditingkatkan. Perkuat kolaborasi, termasuk Forkopimda harus mengeroyok program stunting dan kemiskinan bersama-sama,” ujar Anas.


Anas mengapresiasi inovasi Pemkot Mojokerto dalam program Gempa Genting (Segenggam Sampah Gawe stunting). Melalui program tersebut, warga bisa memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai pakan maggot. Kemudian, hasil ternak maggot dijadikan pakan ikan yang dibudidayakan oleh warga. Hasil panen budidaya ikan tersebut kemudian disalurkan kepada warga yang memiliki balita stunting untuk dikonsumsi.


“Program ini bukan hanya berdampak ke penanganan stunting, tapi juga meningkatkan kualitas manajemen sampah di kota. Ini keren,” ujarnya

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Mohamad Alawi
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya